✕
Subscribe Kami Di Youtube Dapatkan 10% Diskon
Tanya Jawab Di Live Talkshow Youtube Senin Dan Kamis
Dan Dapatkan Konsultasi Gratis Semua Keluhan Anda

Rasa Tidak Nyaman di Perut Saat Masuk Angin dan Bagaimana Cara Meredakannya

Agustus 19, 2026

Perut terasa penuh, lebih sering sendawa, sedikit mual, lalu badan ikut terasa kurang nyaman. Dalam percakapan sehari-hari, kondisi seperti ini sering langsung disebut masuk angin.

Istilah tersebut sangat akrab di Indonesia. Namun, dari sudut pandang kesehatan, masuk angin bukan diagnosis medis tertentu. Keluhan yang dirasakan bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang mengeluhkan perut kembung dan begah, ada yang lebih sering sendawa, merasa mual ringan, pegal, meriang, atau sekadar merasa tidak enak badan.

Ketika keluhan utamanya berasal dari perut, perhatian sebaiknya diarahkan pada gejala yang nyata. Apakah perut terasa penuh? Apakah muncul setelah makan terlalu cepat? Apakah porsinya lebih besar dari biasanya? Atau ada makanan tertentu yang berulang kali membuat perut terasa kurang nyaman?

Dengan mengenali polanya, kita dapat menentukan langkah sederhana yang lebih masuk akal tanpa menganggap ada “angin” yang masuk dan harus dikeluarkan dari tubuh.

Apa yang Dimaksud Masuk Angin Ketika Perut Terasa Tidak Nyaman?

Istilah masuk angin sering digunakan untuk menyatukan beberapa keluhan sekaligus.

Seseorang bisa mengatakan sedang masuk angin karena perut kembung. Orang lain mungkin menggunakannya ketika badan pegal, meriang, atau terasa mual.

Karena itu, ketika membahas masuk angin dan perut tidak nyaman, fokus utama sebaiknya bukan pada kata “angin”, melainkan pada keluhan yang benar-benar dirasakan.

Masuk Angin Bukan Diagnosis Medis

Secara medis, masuk angin bukan nama satu penyakit tertentu.

Istilah ini digunakan masyarakat untuk menggambarkan beragam gejala, seperti:

  • perut kembung;
  • mual;
  • sering bersendawa;
  • badan pegal;
  • meriang;
  • lebih sering buang gas;
  • tubuh terasa kurang nyaman.

Masing-masing keluhan tersebut dapat memiliki penyebab berbeda.

Itulah sebabnya pengertian masuk angin sebaiknya dipahami sebagai istilah sehari-hari, bukan diagnosis yang langsung menjelaskan penyebab keluhan.

Untuk topik ini, fokusnya adalah gangguan pencernaan ringan yang sering disebut masyarakat sebagai masuk angin.

Kembung dan Begah Sering Dianggap sebagai Masuk Angin

Pernah merasa celana atau bagian pinggang terasa lebih sempit setelah makan, padahal porsinya mungkin tidak terlalu berbeda?

Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan perut kembung.

Kembung dapat membuat perut:

  • terasa penuh;
  • terasa tertekan;
  • tampak lebih besar;
  • lebih sering mengeluarkan gas;
  • lebih sering bersendawa;
  • terasa kurang nyaman.

Sebagian orang juga mengalami mual ringan.

Keluhan tersebut sering disebut perut kembung saat masuk angin dalam percakapan sehari-hari.

Namun, rasa kembung tidak berarti udara dingin masuk melalui kulit lalu terkumpul di perut. Gas di saluran pencernaan dapat berkaitan dengan proses pencernaan, udara yang tertelan, pola makan, atau kondisi lain.

Perhatikan Rasa Tidak Nyaman Berdasarkan Gejalanya

Daripada hanya mengatakan “saya masuk angin”, coba lihat lebih spesifik apa yang sedang dirasakan.

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah perut tidak nyaman karena terasa penuh?
  • Apakah lebih sering sendawa?
  • Apakah lebih sering buang gas?
  • Apakah ada mual?
  • Apakah muncul rasa nyeri?
  • Apakah keluhan mulai setelah makan?
  • Apakah ada makanan tertentu yang sering diikuti keluhan serupa?

Cara ini membantu kita memahami rasa tidak nyaman saat masuk angin secara lebih konkret.

Tujuannya bukan mendiagnosis diri sendiri. Yang ingin dicari adalah pola sederhana yang bisa membantu menentukan apakah perawatan rumahan masih masuk akal atau keluhan memerlukan evaluasi.

Faktor yang Bisa Memicu Perut Kembung dan Begah

Ketika seseorang mengatakan sedang masuk angin, kita sering langsung menghubungkannya dengan cuaca atau paparan angin.

Padahal, untuk keluhan perut kembung, ada beberapa pemicu sehari-hari yang lebih mudah diamati.

Makan Terlalu Cepat

Makan terburu-buru memang menghemat waktu. Namun, tubuh tidak selalu menyukainya.

Ketika makan cepat, seseorang cenderung mengunyah lebih singkat dan dapat menelan lebih banyak udara.

Hal yang sama dapat terjadi ketika makan sambil banyak berbicara.

Udara yang ikut tertelan bisa ikut berkontribusi pada rasa penuh, sendawa, atau kembung.

Karena itu, salah satu penyebab perut kembung yang cukup sederhana untuk diamati adalah cara kita makan.

Jika Anda sering merasa perut penuh setelah makan siang yang dilakukan sambil mengejar pekerjaan, coba perlambat tempo.

Tidak perlu ekstrem. Cukup beri tubuh waktu untuk mengunyah dan menelan dengan lebih nyaman.

Makan Terlalu Banyak dalam Satu Waktu

Porsi makan juga dapat berpengaruh.

Ketika porsi makan jauh lebih besar dari biasanya, perut tentu harus menampung lebih banyak makanan dalam satu waktu.

Akibatnya, rasa penuh dapat terasa lebih jelas.

Perut begah setelah makan besar tidak selalu berarti ada masalah serius. Namun, pola tersebut sebaiknya diperhatikan bila sering berulang.

Jika Anda sudah merasa kenyang, tidak perlu memaksakan tambahan makanan hanya karena porsinya masih tersisa.

Anda juga dapat mencoba porsi yang terasa lebih nyaman bagi tubuh.

Makanan Tertentu Dapat Memperberat Rasa Tidak Nyaman

Tidak semua orang bereaksi sama terhadap makanan.

Ada orang yang merasa baik-baik saja setelah makanan berlemak. Ada pula yang lebih mudah merasa penuh.

Karena itu, hindari membuat daftar panjang makanan yang dianggap buruk untuk semua orang.

Yang lebih berguna adalah mengamati pola pribadi.

  • Apakah keluhan muncul setelah makanan sangat berlemak?
  • Apakah makanan terlalu pedas membuat perut terasa lebih sensitif?
  • Apakah minuman tertentu membuat kembung lebih mudah muncul?
  • Apakah porsi makanan tertentu terlalu berat untuk satu kali makan?

Makanan berlemak dalam jumlah besar dapat membuat sebagian orang merasa lebih penuh atau kurang nyaman.

Makanan pedas atau asam juga dapat memperburuk keluhan pada sebagian orang yang pencernaannya sensitif.

Jadi, yang dicari adalah makanan pemicu perut tidak nyaman pada diri sendiri, bukan daftar larangan untuk semua orang.

Kelelahan dan Ritme Harian yang Tidak Teratur Bisa Muncul Bersamaan

Hari yang padat sering membawa beberapa perubahan sekaligus.

Kita menjadi lelah.

Waktu makan terlambat.

Makan dilakukan terburu-buru.

Tidur berkurang.

Waktu istirahat hampir tidak ada.

Dalam situasi seperti ini, tidak mengherankan bila tubuh terasa kurang nyaman.

Namun, jangan menyimpulkan bahwa kelelahan membuat “angin masuk” ke perut.

Yang lebih masuk akal adalah melihat kombinasi kurang istirahat, pola makan berantakan, stres, dan aktivitas padat.

Semua hal tersebut dapat ikut menjadi faktor pemicu masuk angin menurut istilah sehari-hari, terutama ketika keluhan yang muncul berupa badan kurang nyaman dan pencernaan terasa tidak enak.

Bagaimana Mengenali Keluhan Perut yang Cenderung Ringan?

Tidak semua kembung membutuhkan penanganan medis segera.

Namun, kata “ringan” sebaiknya digunakan berdasarkan pola keluhan, bukan sekadar perkiraan.

Keluhan Muncul Setelah Pola Makan yang Mudah Dikenali

Misalnya, perut terasa penuh setelah:

  • makan terlalu cepat;
  • porsi jauh lebih besar;
  • makan lebih berlemak dari biasanya;
  • banyak berbicara saat makan;
  • jadwal makan berubah;
  • terlambat makan lalu langsung makan besar.

Jika keluhan perut muncul setelah situasi yang cukup jelas dan terasa ringan, kita dapat mencoba memperbaiki faktor tersebut terlebih dahulu.

Namun, pemicu yang kelihatannya sederhana tidak otomatis berarti semua nyeri perut aman.

Jika nyeri terasa kuat atau berbeda dari biasanya, jangan hanya berpegang pada dugaan bahwa penyebabnya adalah makanan.

Rasa Penuh atau Kembung Tidak Terlalu Mengganggu Aktivitas

Pada perut begah yang cenderung ringan, seseorang biasanya masih dapat menjalani aktivitas.

Misalnya:

  • masih dapat berjalan;
  • masih dapat makan dan minum;
  • tidak mengalami nyeri berat;
  • tidak merasa sangat lemah;
  • keluhan perlahan berubah setelah istirahat.

Ini dapat menyerupai gejala masuk angin ringan yang sering dijelaskan masyarakat sebagai perut penuh, sering sendawa, dan badan terasa kurang nyaman.

Tetap perhatikan perkembangannya.

Jika rasa penuh semakin berat atau menetap, jangan terus menganggapnya sebagai keluhan biasa.

Keluhan Tidak Disertai Tanda yang Mengkhawatirkan

Beberapa tanda bahaya perlu mendapat perhatian.

Misalnya:

  • nyeri berat;
  • muntah terus-menerus;
  • demam tinggi;
  • sulit buang air besar atau buang gas disertai nyeri berat;
  • sesak napas;
  • kondisi tubuh terus memburuk.

Kondisi semacam ini termasuk tanda masuk angin perlu diperiksa, bukan hanya ditangani dengan istirahat, pijatan, atau minyak dari luar.

Cara Membantu Meredakan Rasa Tidak Nyaman di Perut Saat Masuk Angin

Untuk keluhan yang masih ringan, beberapa langkah sederhana dapat dicoba.

Cara meredakan masuk angin dalam konteks perut kembung dan begah sebaiknya diarahkan pada istirahat, cairan, cara makan, dan aktivitas yang disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Beri Tubuh Waktu untuk Beristirahat

Ketika badan sudah lelah dan perut ikut terasa tidak nyaman, tidak ada salahnya mengurangi aktivitas terlebih dahulu.

Cari posisi yang nyaman.

Anda dapat duduk atau berbaring bila memang terasa lebih enak.

Hindari langsung kembali ke pekerjaan fisik yang berat.

Cukup istirahat memberi tubuh kesempatan untuk pulih, terutama jika keluhan muncul setelah hari yang padat.

Langkah sederhana seperti ini dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman saat masuk angin tanpa menambah beban pada tubuh.

Istirahat juga memberi kita kesempatan untuk mengamati apakah keluhan membaik atau justru bertambah berat.

Penuhi Kebutuhan Cairan

Ketika badan kurang nyaman, kebutuhan cairan tetap perlu diperhatikan.

Minumlah secara perlahan.

Tidak harus langsung banyak dalam satu waktu.

Jika sedang mual ringan, beberapa orang merasa lebih nyaman minum sedikit demi sedikit.

Cukup minum bukan cara untuk “mengeluarkan angin” dari tubuh.

Air juga bukan obat yang menjamin kembung langsung hilang.

Namun, menjaga cairan tubuh tetap terpenuhi merupakan langkah sederhana yang dapat membantu meredakan masuk angin dalam konteks keluhan ringan.

Makan Perlahan dan Sesuaikan Porsinya

Jika perut sedang sangat penuh, tidak perlu memaksakan makanan berat dalam jumlah besar.

Saat waktunya makan, lakukan lebih perlahan.

Kunyah dengan nyaman.

Perhatikan rasa kenyang.

Hindari porsi yang terlalu besar.

Makan perlahan membantu mengurangi kecenderungan menelan udara berlebihan dan memberi waktu lebih baik untuk menikmati makanan.

Untuk cara mengurangi perut begah, Anda juga dapat mengamati makanan apa yang berulang kali diikuti keluhan.

Jika satu jenis makanan sering membuat perut terasa kurang nyaman, kurangi sementara dan lihat apakah ada perubahan.

Bergerak Ringan Bila Tubuh Terasa Nyaman

Haruskah terus berbaring ketika perut kembung?

Tidak selalu.

Jika tubuh terasa cukup nyaman, aktivitas ringan seperti berjalan santai dapat dilakukan.

Tidak perlu olahraga berat.

Cukup bergerak perlahan.

Gerak sederhana dapat menjadi pilihan ketika badan terasa cukup baik dan tidak ada nyeri berat.

Namun, jangan memaksakan tubuh.

Jika bergerak membuat rasa sakit bertambah atau mual semakin berat, berhenti dan istirahat.

Langkah ini dapat membantu mengurangi perut kembung pada sebagian orang, terutama bila tubuh sebelumnya terlalu lama diam.

Perawatan dari Luar untuk Membantu Kenyamanan Saat Masuk Angin

Perawatan dari luar dapat digunakan untuk membantu tubuh terasa lebih nyaman.

Namun, ada hal yang perlu dipahami sejak awal.

Perawatan luar tidak mengatasi penyebab gas atau gangguan yang terjadi di saluran pencernaan.

Jadi, jika perut terasa kembung, faktor seperti pola makan, porsi, dan kondisi pencernaan tetap perlu diperhatikan.

Pijatan Ringan Boleh Dilakukan Bila Terasa Nyaman

Sebagian orang merasa lebih rileks setelah pijatan ringan.

Jika ingin melakukannya, gunakan sentuhan lembut.

Jangan menekan perut dengan keras.

Hentikan pijat bila rasa sakit bertambah.

Jangan melakukan pijatan pada perut yang mengalami:

  • nyeri tajam;
  • pembengkakan yang tidak biasa;
  • rasa sakit berat;
  • keluhan yang tiba-tiba memburuk.

Pijatan saat masuk angin dapat digunakan sebagai ritual kenyamanan, tetapi bukan cara untuk membuktikan bahwa “angin” sedang keluar dari tubuh.

Sendawa yang muncul setelah dipijat juga tidak menunjukkan bahwa sebelumnya ada angin yang terperangkap di dalam badan.

Minyak Balur Dapat Digunakan sebagai Pelengkap Perawatan dari Luar

Jika badan terasa kurang nyaman saat kondisi yang biasa disebut masuk angin muncul, Minyak Balur HerbaKencana dapat digunakan sebagai minyak balur untuk pemakaian luar.

Produk dapat dibalurkan secukupnya pada bagian tubuh sesuai petunjuk penggunaan.

Berdasarkan informasi produk dalam panduan, penggunaannya dicantumkan 3–4 kali sehari sesuai kebutuhan dan hanya untuk pemakaian luar.

Setelah balur, sentuhan lembut dapat dilakukan jika terasa nyaman.

Posisi produk tetap sebagai pelengkap kenyamanan tubuh.

Minyak Balur HerbaKencana tidak digunakan untuk menghilangkan gas dari lambung, mengobati gangguan pencernaan, atau menggantikan langkah seperti istirahat, memenuhi cairan, dan memperhatikan pola makan.

Gunakan Produk Sesuai Petunjuk dan Kondisi Kulit

Dalam cara pakai Minyak Balur HerbaKencana, gunakan produk secukupnya.

Ikuti petunjuk terbaru pada kemasan.

Gunakan hanya pada kulit untuk pemakaian luar.

Perhatikan bagaimana kulit bereaksi setelah pemakaian.

Jika muncul gatal, kemerahan berlebihan, atau rasa terbakar yang mengganggu, hentikan penggunaan.

Jangan pula menggunakan produk luar untuk menunda pemeriksaan ketika nyeri perut terasa berat.

Rutinitas untuk Mengurangi Risiko Perut Mudah Kembung

Setelah keluhan mereda, kita dapat melihat apa yang bisa dilakukan agar perut tidak terlalu mudah terasa penuh kembali.

Makan dan Minum Lebih Perlahan

Salah satu cara sederhana untuk mencegah perut kembung adalah mengurangi tempo makan.

Jangan terlalu terburu-buru.

Kurangi berbicara terus saat sedang mengunyah.

Beri waktu khusus untuk makan.

Minum pun dapat dilakukan perlahan.

Perhatikan apakah minuman tertentu membuat perut terasa lebih penuh.

Langkah kecil ini lebih mudah dilakukan dibanding langsung mengubah seluruh pola makan sekaligus.

Perhatikan Porsi dan Pola Makan

Porsi yang terlalu besar dalam satu waktu dapat membuat perut terasa sangat penuh.

Karena itu, perhatikan pola makan sehari-hari.

Jika jadwal makan sering berantakan, coba buat lebih teratur.

Amati pula makanan yang sering diikuti rasa begah.

Untuk mencegah perut begah, jangan langsung menghapus banyak jenis makanan sekaligus jika belum mengetahui pemicunya.

Perubahan bertahap membuat pola lebih mudah diamati.

Tetap Aktif secara Teratur

Tubuh yang aktif secara teratur tidak berarti harus berolahraga berat setiap hari.

Jalan kaki sudah termasuk aktivitas.

Berdiri dari kursi setelah terlalu lama duduk juga merupakan langkah yang berguna.

Aktivitas rutin dapat membantu menjaga fungsi tubuh secara umum dan menjadi salah satu upaya mencegah rasa tidak nyaman di perut.

Sesuaikan kegiatan dengan kemampuan.

Jika sedang mual atau nyeri, tidak perlu memaksakan aktivitas berat.

Kelola Stres dan Beri Tubuh Waktu Istirahat

Jadwal padat sering memengaruhi lebih dari satu aspek kehidupan.

Waktu tidur berkurang.

Makan dilakukan buru-buru.

Pikiran terus bekerja.

Stres pun meningkat.

Pada sebagian orang, kondisi ini dapat ikut berkaitan dengan keluhan pencernaan.

Karena itu, berikan tubuh cukup istirahat.

Coba jaga waktu tidur lebih teratur.

Sisipkan jeda dari pekerjaan.

Jangan selalu makan sambil mengejar tugas berikutnya.

Aktivitas sederhana yang membuat tubuh lebih rileks juga dapat dilakukan.

Cara seperti ini dapat membantu mencegah masuk angin berulang dalam istilah sehari-hari, terutama bila keluhan sering muncul ketika rutinitas sedang sangat padat.

Kapan Keluhan yang Disebut Masuk Angin Perlu Diperiksa?

Karena masuk angin bukan diagnosis medis, keluhan yang berat sebaiknya tidak selalu diberi label yang sama.

Ada saatnya tubuh membutuhkan evaluasi tenaga kesehatan.

Nyeri Perut Terasa Berat atau Terus Memburuk

Nyeri perut yang berat berbeda dengan sekadar rasa penuh atau begah.

Pertimbangkan periksa jika:

  • rasa sakit sangat kuat;
  • nyeri terus bertambah;
  • aktivitas normal sulit dilakukan;
  • rasa sakit berbeda dari kembung ringan yang biasanya dialami.

Masuk angin dengan nyeri perut berat tidak sebaiknya hanya ditangani dengan pijatan atau minyak dari luar.

Cari evaluasi lebih lanjut.

Muntah, Diare, atau Demam Terjadi Terus-Menerus

Keluhan pencernaan dapat memiliki banyak penyebab.

Jika muntah terus terjadi, diare berlangsung berat, atau demam tinggi muncul, jangan hanya menyebutnya sebagai masuk angin.

Perhatikan pula jika:

  • sulit mempertahankan asupan cairan;
  • badan semakin lemah;
  • keluhan terus berlangsung.

Kondisi seperti ini termasuk gejala berat yang membutuhkan perhatian lebih serius.

Itu juga merupakan tanda masuk angin perlu diperiksa karena penyebab sebenarnya perlu diketahui.

Keluhan Kembung Tidak Membaik atau Sering Berulang

Kembung sesekali setelah makan besar tentu berbeda dengan kembung berulang yang muncul terus-menerus.

Pertimbangkan pemeriksaan jika:

  • kembung tidak membaik;
  • sudah memperbaiki pola makan tetapi keluhan tetap sering muncul;
  • sulit buang air besar;
  • rasa penuh mengganggu makan;
  • aktivitas sehari-hari mulai terganggu.

Dalam situasi ini, perut kembung perlu diperiksa untuk mengetahui pemicu yang lebih tepat.

Nyeri Dada, Sesak, atau Kondisi Berat Jangan Dianggap Sekadar Masuk Angin

Ini sangat penting.

Jika muncul nyeri dada, sesak napas, pingsan atau hampir pingsan, nyeri menjalar, atau kondisi tiba-tiba memburuk, jangan menganggapnya hanya sebagai masuk angin.

Segera cari pertolongan medis.

Keluhan seperti ini termasuk gejala masuk angin berbahaya bila masyarakat keliru menamainya sebagai masuk angin.

Jangan melakukan pijatan, kerokan, atau hanya memakai minyak balur sambil menunggu kondisi membaik.

Kenali Keluhannya, Bukan Sekadar Namanya

Masuk angin merupakan istilah yang sangat familiar di Indonesia, tetapi bukan diagnosis medis.

Ketika keluhan utama berupa perut kembung, begah, sering sendawa, atau mual ringan, arahkan perhatian pada pencernaan dan pola sehari-hari.

Apakah Anda makan terlalu cepat?

Apakah porsinya terlalu besar?

Apakah ada makanan tertentu yang sering diikuti rasa tidak nyaman?

Apakah tubuh sedang sangat lelah dan jadwal makan menjadi tidak teratur?

Untuk masuk angin dan perut tidak nyaman yang masih ringan, langkah sederhana dapat dimulai dari istirahat, memenuhi cairan, makan lebih perlahan, menyesuaikan porsi, dan bergerak ringan bila tubuh terasa nyaman.

Tidak perlu membayangkan ada angin yang harus dikeluarkan dari tubuh.

Jika badan terasa kurang nyaman, perawatan dari luar dapat digunakan sebagai pelengkap. Minyak Balur HerbaKencana dapat digunakan sesuai kebutuhan dan petunjuk pemakaian, tetapi tidak ditujukan untuk mengobati penyebab kembung atau gangguan pencernaan.

Jika keluhan berat, terus berulang, atau disertai tanda yang mengkhawatirkan, jangan hanya mengandalkan perawatan rumahan.

Jika badan terasa kurang nyaman saat kondisi yang biasa Anda sebut masuk angin muncul, utamakan istirahat, cairan, dan perhatian pada kondisi pencernaan. Untuk melengkapi perawatan dari luar, Anda juga dapat mengenal Minyak Balur HerbaKencana dan menggunakannya sesuai kebutuhan serta petunjuk pemakaian.

FAQ

Apa Sebenarnya Masuk Angin?

Masuk angin bukan diagnosis medis, melainkan istilah yang umum digunakan masyarakat Indonesia untuk menggambarkan keluhan seperti badan kurang nyaman, perut kembung, mual, sendawa, pegal, atau meriang. Penyebab sebenarnya perlu dilihat berdasarkan gejala yang paling dominan, bukan karena ada angin yang masuk ke tubuh.

Kenapa Perut Terasa Kembung Saat Masuk Angin?

Perut kembung saat masuk angin dapat berkaitan dengan gas di saluran pencernaan, udara yang tertelan saat makan, makan cepat, porsi besar, makanan tertentu, atau gangguan pencernaan lain. Karena masuk angin bukan diagnosis, penyebab kembung perlu dinilai dari pola keluhan yang benar-benar dialami.

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Perut Terasa Begah?

Ketika perut begah, coba beristirahat, cukup minum, makan lebih perlahan, hindari porsi terlalu besar, dan bergerak ringan jika tubuh terasa nyaman. Amati pula makanan yang berulang kali memicu rasa penuh. Langkah tersebut dapat menjadi cara mengurangi perut begah pada keluhan ringan.

Apakah Kerokan atau Pijatan Mengeluarkan Angin dari Tubuh?

Tidak ada penjelasan medis bahwa pijatan atau kerokan mengeluarkan angin yang terperangkap di dalam tubuh. Pijatan saat masuk angin dapat memberi rasa nyaman pada sebagian orang, tetapi sendawa setelah pijat tidak membuktikan bahwa angin sebelumnya tersimpan di tubuh.

Apakah Minyak Balur HerbaKencana Dapat Digunakan Saat Masuk Angin?

Minyak Balur HerbaKencana dapat digunakan sebagai minyak balur untuk pemakaian luar ketika badan terasa kurang nyaman saat kondisi yang biasa disebut masuk angin muncul. Balur secukupnya sesuai petunjuk penggunaan. Produk tidak digunakan untuk menghilangkan gas dari saluran pencernaan atau menggantikan penanganan penyebab keluhan perut.

Kapan Perut Kembung Sebaiknya Diperiksa?

Pertimbangkan periksa jika kembung berulang, tidak membaik, disertai nyeri berat, muntah berkali-kali, demam, sulit buang air besar, sulit mempertahankan asupan cairan, atau kondisi tubuh semakin memburuk. Dalam kondisi tersebut, perut kembung perlu diperiksa agar penyebab keluhan dapat dinilai dengan tepat.

TAG:

✕
Hubungi Kami